PUISI: Rumah

ER Pictures Collection

“RUMAH”

Di suatu tengah malam
Kau menari-nari dalam rumah tidurku
Menjelma beberapa kali
Sesekali menjadi mata
Sesekali menjadi degupan jantung
Sesekali menjadi hasrat paling lembut

Di kamar tidurku
Kau kembali menjadi rumah
Di mana semua rindu terlepas dan tak ada kenikmatan lain selain menjamu penantianku

Rumah sesekali menjadi hitam
Sunyi menusuk setiap ingatan
Menyelesaikannya hanya kedatangan

Rumah, 2019
*) Margareth Febhy Irene

“RUMAH (2)”

Sihir-sihir kecil menuntaskan keheningan
Tiba-tiba semua berantakan
Biarkan tawamu menjadi candu penyembuh
Hingga cermin-cermin jendela pun gemetar
Atau kepanikan kecoa pun muncul
Berlarilah terus menghitung sudut-sudut sepi
Sehingga hujan enggan jatuh
Penderitaan pun tertunda

Anak-anak kecil itu: rumah

Rumah, 2019
*) Margareth Febhy Irene

“RUMAH (3)”

Kehilangan
Sebagian masa kecilku lenyap
Termakan pemukiman
Tercoret sampah

Jaman menyihir penuh mantra ego
Tanah tak lagi berakar
Air pun tersesat
Masihkah kita mencintai bumi: rumah kita?

Rumah, 2019
*) Margareth Febhy Irene

Foto: Eby

Margareth Febhy Irene, menyukai traveling dan puisi.
Margareth Febhy Irene, menyukai traveling dan puisi.
Facebook Comments

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FacebookFacebook messengerWhatsAppTwitterPinterest